MA MUALLIMIN NW BORO'TUMBUH: Pola Pembiayaan Bagi Pengusaha Pemula
SITUS PRESIDEN RI

Rabu, 13 Juni 2012

Pola Pembiayaan Bagi Pengusaha Pemula


Upaya untuk menumbuhkan wirausaha baru dapat terhambat bila lingkungan bisnisnya tidak mendukung. Maksud lingkungan bisnis disini, diantaranya adalah ketersediaan modal yang bisa diakses oleh para calon pengusaha pemula, informasi dan sarana pemasaran yang memadai, serta bantuan teknis dari pihak-pihak yang berkompeten.  

Modal dalam konteks ini merupakan sejumlah uang yang dipakai untuk membiayai kegiatan usaha (modal kerja dan investasi). Bagi pengusaha baru, modal merupakan start-up capital yang bisa diperoleh untuk memulai bisnisnya. Start up capital menjadi salah satu permasalahan bagi pengusaha baru ketika akan memulai bisnisnya. Seperti yang kita tahu banyak pengusaha baru yang berbisnis hanya ditataran ”ide”, sedangkan untuk mengimplementasikannya ke dalam bisnis yang rill mereka dihadapkan pada kesulitan memperoleh modal atau pinjaman awal. 

Ingin mengajukan pinjaman ke bank, namun belum dapat memenuhi persyaratan bank. Seperti diketahui, bank sangat ketat dalam memberikan kredit kepada nasabahnya. Bank biasanya menganalisis kelayakan usaha kita dengan menggunakan metode 5 C yakni character (karakter pribadi), capacity (kapasitas), capital (modal), condition (kondisi), dan collateral (jaminan). Salah satu saja dari persyaratan tersebut tidak dapat kita penuhi, biasanya bank akan menolak permohanan kredit yang diajukan. Problem klasik usaha kecil dalam mendapatkan pendanaan dari bank adalah tidak memiliki collateral (jaminan) yang memadai. Bank juga mensyaratkan usaha kita minimal sudah berjalan selama periode tertentu. 

Begitu pula dengan pemasaran, pengusaha pemula dihadapkan pada terbatasnya informasi pasar yang dapat dijangkau, keterbatasan kemampuan untuk menyediakan produk/jasa yang sesuai dengan keinginan pasar, serta tekanan-tekaan persaingan dari pelaku usaha yang telah eksis sebelumnya.
Di Jepang, pinjaman awal ini biasanya disediakan oleh pemerintah melalui suatu lembaga keuangan tertentu misalnya ada lembaga National Life Finance Corporation-NLFC yang sudah berdiri sejak 1 Juni 1949. Lembaga inilah yang menyediakan pinjaman awal bagi pengusaha pemula dengan hanya menunjukkan rencana bisnis yang akan dikembangkan. Di Jepang, bisnis pemula yang biasanya dibiayai oleh NLFC ini adalah usaha yang berbasis IPTEK dan memperhatikan aspek kesehatan serta bisnis yang mau melakukan modernisasi. Dalam kaitan ini, setiap pelaku bisnis yang ingin mendapatkan pinjaman dari NLFC harus mendapat persetujuan dari Departemen Keuangan dan Departemen Kesehatan setempat.

          Di Indonesia sendiri, masih sedikit lembaga keuangan khusus yang mau memberikan pinjaman awal kepada para pengusaha baru. Solusi alternatif yang dapat dicoba bagi calon wirausaha baru yang ingin menjalankan usaha adalah mengajukan proposal pendanaan pada sumber-sumber pembiayaan seperti keluarga/teman/kerabat, pegadaian, KSP, PKBL BUMN, Modal Venturan dan Bank Umum.

Pada tahap awal sekali, suatu usaha yang dirintis oleh wirausaha berdasarkan inovasi teknologi atau hasil penelitiannya, ide, dan konsep usaha, menggunakan tenaga dan modal sendiri, atau modal perorangan yang dekat secara sosial, atau untuk penelitian mungkin melibatkan Research Fund. Pada tahap ini ketidakpastian (resiko) usaha masih begitu besar, sehingga sulit untuk mendapatkan komitmen pendanaan dari institusi finansial komersial.
Penurunan resiko usaha terjadi setelah “business model”  telah teruji , ujian tersebut dapat berbentuk uji lab, lapangan, produksi massal, pasar, dst. Semakin jauh ujian yang dilalui, resiko teknologi, operasi dan atau komersial terus menurun. Pada suatu tingkat resiko yang dapat diterima, modal ventura atau CSR (Corporate Social Responsibility) suatu perusahaan dapat mengambil peran pembiayaan dan pengembangan perusahaan yang sebelumnya hanya mengandalkan dari pembiayaan sendiri. 

Di Indonesia Perusahaan Modal Ventura dan CSR perusahaan  (dalam hal ini PKBL BUMN) merupakan lembaga pembiayaan yang dirasa cocok bagi calon pengusaha kecil dalam merealisasikan dan mengembangkan ide usahanya, ataupun membesarkan usaha yang sudah berjalan. Modal Ventura dan PKBL BUMN dalam pembiayaan kepada pengusaha tidak bisa dilepaskan dari orientasinya sebagai lembaga pembiayaan pembangunan (development financing institution) yang menerapkan pembiayaan yang tetap mengindahkan cara berusaha yang sehat. 

Model kemitraan yang dibangun perusahaan modal ventura dan PKBL BUMN dengan pengusaha yang dilandasi oleh pinsip kerjasama usaha dengan prinsip saling menguntungkan, saling memperkuat dan saling memerlukan selain mampu memenuhi kebutuhan permodalan juga membina pengusaha yang belum bankable menjadi bankable (layak mendapat kredit).  Dengan demikian diharapkan pengusaha dapat meningkatkan produktivitas usaha, kualitas barang dan jasa yang diproduksi, volume penjualan maupun pangsa pasar.

Bantuan teknis yang juga sering diberikan oleh PKBL BUMN dan Perusahaan Modal Ventura berupa :
1.    Pendidikan dan pelatihan keuangan, manajemen, teknis produksi serta pemasaran produk.
2.    Pemagangan di perusahaan yang lebih maju dan sosialisasi teknis produksi serta pemasaran.
3.    Penelitian dan pengembangan untuk produk yang potensial
4.    Pemasaran produk baik  untuk pasar lokal, domestik ataupun eksport.
5.    Promosi dalam bentuk pameran atau temu usaha.
6.   Pendampingan (bila diperlukan); penempatan (outside management), dan pendampingan secara tidak langsung (umum). Pendampingan umum meliputi perencanaan dan implementasi sistem akuntansi dan keuangan, perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia, konsultasi manajemen umum, pendeteksian dini atas problem yang mungkin timbul dan mengambil tindakan yang diperlukan, perbaikan usaha, pembuatan usulan strategis pengembangan usaha sesuai dengan jenjang dan kondisi usaha.
7.    Pembangunan jaringan usaha.
Setelah perusahaan modal ventura atau PKBL BUMN masuk mengembangkan business model tersebut menjadi suatu bisnis yang resikonya acceptable bagi industri perbankan, maka tahap perkembangan berikutnya melibatkan perbankan sebagai sumber pendanaan lanjutan, mendampingi atau menggantikan peran modal ventura. Akhirnya Pengusaha baru tidak hanya bergelut dalam tataran ”ide”, tetapi merealisasikan id eke dalam bisnis yang potensial.

BUKU ISLAMI
  1. 40 Nasehat Memperbaiki Rumah Tangga.zip  
  2. Al-Qur-an Sebagai Pedoman Hidup.zip  
  3. Aqidah Shohihah Versus Aqidah Bathilah.zip  
  4. Bekal Seorang Da'i.zip  
  5. Hal-Hal yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.zip  
  6. Interaksi Dengan Al-Quran.zip  
  7. Inti Ajaran Islam.zip  
  8. Jalan Golongan Yang Selamat.zip  
  9. Jangan Dekati Zina.zip  
  10. Kitab At-Tauhid.zip  
  11. Kunci-Kunci Rizki Menurut Al-quran dan As Sunnah.zip  
  12. Malapetaka Akhir Zaman & Cara Mengatasinya.zip  
  13. Menggapai Kehidupan Bahagia.zip  
  14. Metode Pendidikan Anak Usia Pra Sekolah.zip  
  15. Panah Setan.zip  
  16. Panduan Praktis Menghitung Zakat.zip  
  17. Pendidikan Anak Dalam Islam.zip  
  18. Penyimpangan Kaum Wanita.zip  
  19. Prinsip-prinsip Dasar Keimanan.zip  
  20. Sehari di Kediaman Rasulullaah.zip  
  21. Silaturrahim.zip  
  22. Syarhu Ushulil Iman.zip  
  23. Tsalatsul 'Ushul.zip  
  24. Tuntunan Shalat Menurut Al-Qur'an dan As Sunnah.zip


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer