MA MUALLIMIN NW BORO'TUMBUH: Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru Dikeluhkan
SITUS PRESIDEN RI

Rabu, 25 April 2012

Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru Dikeluhkan

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pencairan tunjangan  sertifikasi guru  lagi-lagi terlambat. Padahal, Kementerian Keuangan sudah menyepakati pencairan  tunjangan  untuk guru  yang lolos sertifikasi sebesar satu kali gaji pokok ini per triwulan.
"Sampai akhir April, dana  tunjangan  sertifikasi  belum dibagikan ke guru. Anggarannya sudah ditransfer ke daerah, tetapi kendalanya justru dari Kemendibud," ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo, Selasa (24/4/2012) di Jakarta.
Keluhan antara lain datang dari para guru di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Ketika dicek, pencairan tidak bisa dilakukan karena belum ada surat keputusan (SK) penetapan dari Kemendikbud.
"Pembayaran tunjangan sertifikasi selalu bermasalah. Pemerintah tidak profesional. Ini semakin sering terjadi setelah penanganan guru diserahkan ke direktorat-direktorat di Kemendikbud," kata Sulistiyo.
Sumber : KOMPAS.com

9 komentar:

  1. kalo yang mengeluh bukan dari grobokan aja pak listyanto ,mungkin hampir di seluruh p jawa , bali ,kalimantan ,sebab akhir april yang lalu juga ada pertemuan /seminar di p bali . membicarakan tunjangan profesional ini.ya mudah mudahan cepet selesailah masalahnya , biar cepet cair .kita doakan aja.cepet selesai. amin

    BalasHapus
  2. kalau di bandung barat tgl 3 mei hari ini baru cair, itu pun cuma 2 bulan yaitu januari pebruari.masih ada lagi tunggakan desember 2010 dan desember 2011 belum dibayar waaah makin semrawut...

    BalasHapus
  3. Di Kabupaten Cirebon juga sama, baru cair tgl 3 Mei 2012, dan hanya 2 bulan juga !!! Kayaknya memang para Inohong dimana-mana sudah bersekongkol dengan Iblis !!! Mereka semakin berani mengganyang hAK orang lain. Kemana suara PGRI ???? Kok diam aja ????

    BalasHapus
    Balasan
    1. di Pemkot Tegal lebih parah maning..,sampe nganti tgl 6 mei kiee, durung cair sepeserpun...,donge kepriben sih,jareene duwite wis ditransfer saka pusat maring kas daearah...,daning ora tekan maring rekeningku,moga moga bpk2 sing ng duwur pada terbuka atine...,sehingga pembayaran sertifikasi saged lancar..,toli inyong tenang olehe muruk maring murid muride...,amieen.

      Hapus
  4. sebenarnya di mana sih pak, apa bener di kemendikbudnya atau di daerah, koq bisa molor sampai mei gini yang angkatan 2011 masih belum ada kepastian ????

    BalasHapus
  5. ya...... semoga yang berkompten mendengar keluhan kami guru-guru yg sangat mengharapkan uang tersebut untuk biaya sekolah anak2 kami terutama kami yg punya anak di SMA dan Perguruan Tinggi, jangalah terlalu berbelit-belit birokrasinya

    BalasHapus
  6. Memang repot ya kita sebagai guru jadi bingung . katanya pak mentri M.NUH uang sudah di transfer ke daerah kab/kota . tapi kenyataan untuk kota MAGETAN dan sekitarnya belum ada kbr berita. Kok kbr berita , desas desus aja blm terdengar.
    1. SEBETULNYA YANG BETUL MANA TO PAK , SUDAH DI TRANSFER ATAU MEMANG DISENGAJA AGAR DANA TERSIMPAN DI BANK DULU?
    2. KENAPA SIH KOK SETIAP MAU TURUN TPP SERGUR .KOK MESTI ADA KERUWETAN.
    3. Dimanakah letak ke akuratan membuat data yang canggih , pada hal skarang zamannya sudah menggunakan tehnologi COMPUTER.
    4. INI HANYA USUL AJA PAK MENTRI , KALO MEMANG INGIN MENYEJAHTERAKAN " GURU " MBOK SEBAIKNYA DIBERIKAN TIAP BULAN , BERSAMAAN DENGAN PENERIMAAN GAJI. SEPERTI APA YANG DILAKUKAN POLRI DAN ABRI.
    KALO HANYA SETENGAH SETENGAH CABUT AJA , PROGRAM PROFESIONAL GURU.
    5. GOEROE SEJAK JAMAN KI HAJAR DEWANTORO SAMPAI SEKARANG . MONTANG MANTING SUDAH BIASALAH.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sependapat dengan usul di atas,kalau bisa dan sepertinya diberlakukan lagi,khusus untuk Tunjangan sertifikasi guru jangan pake transsfer ke daerah lagi,cara yang dulu lebih bagus.langsung dari pusat.
      sekali lagi kalau dari pusat ke daerah pasti dijalan banyak apa-apanya.yaitu ya inilah.
      jangan sampai pencairan dana sertifikasi guru di jadikan kesempatan untuk korupsi

      Hapus
  7. Sudah jelas daerah itu tidak ada niat baik terhadap guru, segala anggaran apapun pasti diperlambat, yang dicari keuntungan sebesar-besarnya. Jaman sudah modern data berbasis ICT tapi selalu dicari alasan ini dan itu, kami sudah muak dengan keadaan ini. mulai sekarang TPP disatukan saja dengan gaji agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran. Sudah saatnya pengelolaan guru dikembalikan ke pusat.

    BalasHapus

Entri Populer