Yang Mau Cek Kekuatan Cinta,Silahkan Cek Pasangan Anda Dibawah Hi..hi..!!
UNTUK DATA YANG TIDAK TERLIHAT, SILAHKAN CARI PADA KOTAK PENCARIAN DIBAWAH..!!!
Selasa, 05 Maret 2013
Penyusunan Formulir Formasi PNS Kementerian Agama Tahun Anggaran 2013
Senin, 04 Maret 2013
ESTI TRIUTAMI GURU INDONESIA
DAFTAR NUPTK KOK SUSAH YA SEKARANG, APAKAH KALAU LWAT ONLINE NUPTK NYA TIDAK SAH
Nama : ESTI TRIUTAMI
Alamat : BOMO RT.01 / RW.15 NGLEBAK, TAWANGMANGU, KARANGANYAR, JAWA TENGAH
Nama : ESTI TRIUTAMI
Alamat : BOMO RT.01 / RW.15 NGLEBAK, TAWANGMANGU, KARANGANYAR, JAWA TENGAH
yusnaini spdi GURU INDONESIA
selamat kan anak dari buta aksara alquran,dengan menambah guru agama.
Nama : yusnaini spdi
Alamat : muaro jambi
Nama : yusnaini spdi
Alamat : muaro jambi
Agus Soleh GURU INDONESIA
Apakah guru pns daerah yang notebe sebagai pegawai pemda apakah bisa
mengajukan pindah ke luar daerah (antar prophinsi) kalau bisa
bagaimana??
mohon bantuannya
Nama : Agus Soleh
Alamat : Kp. Kusamba, Kec. Dawan, Kab. Klungkung, Bali
mengajukan pindah ke luar daerah (antar prophinsi) kalau bisa
bagaimana??
mohon bantuannya
Nama : Agus Soleh
Alamat : Kp. Kusamba, Kec. Dawan, Kab. Klungkung, Bali
dian amni alwathoni GURU INDONESIA
SAYA SANGAT BERSYUKUR DAPAT MELIHAT DATA DAN IMFORMASI DARI PEMERINTAH
MELALUI SITUS INI
Nama : dian amni alwathoni
Alamat : penakak,masbagik
MELALUI SITUS INI
Nama : dian amni alwathoni
Alamat : penakak,masbagik
zulkifli faico siahaan GURU INDONESIA
bagaimana cara saya mendapatkan insentif dari nuptk
dengan nomor nuptk 2137 7646 6621 0093
Nama : zulkifli faico siahaan
Alamat : pematang panjang
dengan nomor nuptk 2137 7646 6621 0093
Nama : zulkifli faico siahaan
Alamat : pematang panjang
RONA AMELIA GURU INDONESIA
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA ARAB MELALUI STRATEGI PAIKEM
Nama : RONA AMELIA
Alamat : JALAN RAJA ALI HAJI NO 1 DESA BERINGIN TELUK KUANTAN RIAU
Nama : RONA AMELIA
Alamat : JALAN RAJA ALI HAJI NO 1 DESA BERINGIN TELUK KUANTAN RIAU
Dede Syaripudin, S.Pd.I GURU INDONESIA
Shofwer NUPTK Susah di Donload
Nama : Dede Syaripudin, S.Pd.I
Alamat : MIS SIROJUL WILDAN 1
Nama : Dede Syaripudin, S.Pd.I
Alamat : MIS SIROJUL WILDAN 1
nurmansyah GURU INDONESIA
Strategi Meningkatkan Peranserta Masyarakat Melalui Otonomi Sekolah
untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan
Since 2001, the Government of Indonesia has change the school
management from centralization to decentralization in order to improve
the quality of education. Thus, every school in Indonesia has to
implementing the scoll base management system. From the research and
literature review it was found that in the school base management
system, the role of the community is very important in improving the
quality of education. Homever, in many schools in Indonesia, the
community participation in school improvement is low. All of the
potencial resources in the community has not yet been utilized by the
school principals. Therefor, the strategic which can be used by
school principals in creasing community participation, in order to
improve the quality of education.
Pembagunan merupakan proses perubahan dalam masyarakat, dimana
kemiskinan dihapuskan, kreatifitas serta pengetahuan masyarakat
ditingkatkan menuju kemandirian dan kemakmuran. Sektor pendidikan
merupakan salah satu sektor dalam pembangunan menjadi tumpuan harapan
dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia
menghadapi globalisasi menuju kemandirian dan kemakmuran bangsa.
Dewasa ini kualitas SDM Indonesia berada pada posisi yang sangat
meprihatinkan, apabila dibandingkan dengan Negara-negara lainnya di
dunia.
Berbagai permasalahan pendidikan ditemukan di sekolah dewasa ini yang
belum kunjung terselesaikan, diantaranya: mutu pendidikan bangsa
Indonesia masih rendah baik menurut penilaian Internasional maupun
penilaian masyarakat sendiri di dalam negeri. Pembangunan
sarana-prasarana fisik sekolah puluhan tahun lalu tidak dibarenggi
oleh peningkatan mutu lulusan. Revisi kurikulum yang telah
berkali-kali dilakukan tidak membuahkan praktek dalam pembelajaran
menuju hasil belajar yang lebih baik. Desentralisasi penyelenggaraan
pendidikan dengan Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan pun tampaknya
belum menunjukkan tanda-tanda akan membaiknya mutu pendidikan di tanah
air, sekolah hanya merupakan pepanjang tangan birokrasi pemerintah
pusat dalam pelaksanaan pendidikan dan kebijakan pendidikan berada
pada pemerintah pusat. Pengelolaan pendidikan yang bersifat
sentralistik, sehingga membuat kepala sekolah/guru kurang kreatif
mengelola dan mengatur pendidikan yang dilaksanakan di sekolahnya
masing-masing. Tekanan birokrasi menyebabkan transparansi kurang
berkembang serta peran orang tua dan masyarakat hanya sebatas membayar
SPP serta membelikan seragam sekolah, banyak aspirasi masyarakat di
daerah kurang jadi pertimbangan dalam pelaksanaan pendidikan. Semua
kebijakan dilaksanakan berdasarkan Juklah (Petunjuk Pelaksanaan) dan
Juknis (Petunjuk Teknis) yang ada. Selanjutnya anggaran pendidikan
diturunkan dari pusat ke daerah melalui jalur birokrasi yang
berbelit-belit
dan tidak jarang anggaran tersebut sampai ke sekolah-sekolah tidak
sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan.
Berkenaan dengan hal itu, Depdiknas menjelaskan hambatan dalam
peningkatan mutu pendidikan ditentukan oleh berbagai hal, diantaranya
: (1) kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional yang
menggunakan pendekatan educational production function atau
input-output analysis tidak dilaksanakan secara konsekuen, selama ini
pendekatan yang digunakan terlalu memusatkan pada input pendidikan
kurang memperhatikan proses, pada hal proses pendidikan sangat
menentukan hasil pendidikan; (2) penyelenggaraan pendidikan nasional
dilakukan secara birokratik-sentralistik, yang menyebabkan sekolah
kehilangan kemandirian, motivasi dan inisiatif untuk mengembangkan dan
memajukan lembaganya, termasuk dalam meningkatkan mutu pendidikan; (3)
minimnya peranserta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.
Kondisi tersebut di atas, menunjukkan pelaksanaan pendidikan Indonesia
memerlukan penanganan yang serius dari berbagai pihak. Hasri, dalam
Implikasi Manajemen Berbasis Sekolah menjelaskan perlu dilakukan
upaya-upaya perbaikan pelaksanaan pendidikan, salah satunya dengan
melakukan reorientasi penyelenggaraan pendidikan. Menyadari akan
pentingnya peningkatan kualitas pendidikan melalui otonomi daerah dan
kenyataan yang ada, maka dalam rangka menyongsong otonomi pendidikan
dalam kerangka otonomi daerah dibutuhkan serangkaian inovasi. Inovasi
yang dimaksud, diantaranya: pengelolaan pendidikan berbasis sekolah,
peran aktif masyarakat di bidang pendidikan, guru yang profesional dan
siswa berkualitas. Bebagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan
pendidikan melalui otonomi sekolah haruslah memberikan sumbangan yang
konstruktif dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Berdasarkan uraian tersebut, peranserta masyarakat melalui otonomi
sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan antara satu sekolah dengan
sekolah lain atau antara satu daerah dengan daerah lain beragam.
Melalui uraian berikut ini, menarik dikaji lebih lanjut bagaimana
peranserta masyarakat melalui otonomi sekolah serta strategi yang
dapat dilakukan dalam meningkatkan peranserta masyarakat melalui
otonomi sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pengungkapan
permasalahan tersebut sangat bermanfaat untuk menemukan solusi dalam
mengikutsertakan masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui
otonomi sekolah.
peran serta masyarakat, keluarga dan pemerintah dalam penyelenggaraan
pendidikan amat diperlukan. Berdasarkan amanat tersebut dijelaskan
bahwa segenap lapisan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia memiliki
kewajiban untuk berpartisipasi dalam semua aspek pengelolaan
pendidikan, di semua jenis dan jenjang karena pendidikan adalah
tanggungjawab bersama antara pemerintah, keluarga dan masyarakat.
Peranserta masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan di daerah akan
mendorong peningkatan mutu dan pengelolaan pendidikan di sekolah
secara transparan dan demokratis, serta menghilangkan monopoli
pengelolaan pendidikan. Sehubungan dengan hal itu, pengelolaan
pendidikan dikembalikan kepada masyarakat untuk berperan aktif bersama
sekolah dan pemerintah dalam pelaksanaan pendidikan. Keterlibatan
guru, orang tua, dan pemerintah daerah bersama anggota masyarakat
lainnya dalam pengambilan keputusan, dipandang dapat menciptakan
lingkungan pembelajaran yang efektif di sekolah.
Berdasarkan hasil penelitian partisipasi masyarakat dalam merencanakan
dan pelaksanaan program pembangunan pendidikan di sekolah belum
terwujud secara optimal. Sebagian besar informan berpandangan
pembangunan sekolah adalah urusan pemerintah dan masyarakat sifatnya
hanya mendukung saja. Kondisi ini menyebabkan pemeliharaan fasilitas
yang sudah ada sangat rendah.. Komite sekolah sebagian besar belum
mengarah kepada peningkatan mutu PBM, seperti penyediaan buku-buku dan
media pembelajaran. Kondisi tersebut menunjukkan peranserta masyarakat
dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah, baru sebatas dukungan dana
dalam pembangunan fisik sekolah.
masyarakat dan keluarga dapat diajak untuk berpartisipasi dalam
pelaksanaan pendidikan melalui dua belas langkah kegiatan berikut ini:
(1) advocating enrollment and education benefits, (2) ensuring regular
students attendance and completion, (3) constructing, repairing, and
improving facilities, (4) contributing in-kind labor, materials, land
and funds, (5) identifying and supporting local teacher candidates,
(6) making decisions about school location and schedules, (7)
monitoring and following up teacher and students attendance, (8)
forming education committees to manage schools, (9) attending school
meetings to know about children's work, (10) providing skill
instruction to know about children's work, (11) helping children with
studying, (12) gathering more resources and solving problems through
the education bureaucracy.
.
Sebagian perencanaan dan pengambilan keputusan pendidikan dewasa ini,
dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Pengurus Komite Sekolah. Tidak
jarang keputusan yang diambil tidak sesuai dengan situasi dan kondisi,
sehingga orang tua dan masyarakat merasa diperlakukan semena-mena.
Apabila dicermati lebih lanjut, permasalahan pendidikan menjadi
pembicaraan masyarakat dimana-mana, mulai dari kedai kopi sampai
kepada seminar yang dilaksanakan dengan melibatkan pakar maupun para
praktisi yang tidak kunjung terselesaikan secara baik.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peranserta masyarakat dalam
pelaksanaan pendidikan melalui otonomi sekolah belum terlaksana secara
maksimal. Sekolah beserta Dinas Pendidikan belum mensosialisasikan
perubahan paradigma pengelolaan pendidikan yang berbasis otnomi
sekolah dan masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan segala potensi
yang ada di lingkungan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu
pendidikan belum termanfaatkan secara optimal.
Peranserta masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan melalui otonomi
sekolah dewasa ini sangat di harapkan terlaksana secara maksimal.
Sekolah beserta Dinas Pendidikan belum mensosialisasikan perubahan
paradigma pengelolaan pendidikan yang berbasis otnomi sekolah dan
masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan segala potensi yang ada di
lingkungan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan agar
termanfaatkan secara optimal.
Peningkatan peranserta masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan
dapat dilakukan melalui kegiatan pelibatan masyarakat pada tataran
perencanaan.
pelaksanaan dan evaluasi serta tindak lanjut program pendidikan di
sekolah. Perumusan perencanaan diharapkan mempertimbangkan tujuan
akhir yang dikehendaki masyarakat, sasaran-sasaran dan prioritas untuk
mewujudkannya, jangka waktu pencapaian, masalah-masalah yang dihadapi,
modal dan sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya,
kebijaksanaan-kebijaksanaan untuk melaksanakannya, orang atau
masyarakat dan organisasi atau badan pelaksananya, mekanisme
pemantauan, evaluasi dan pengawasan pelaksanaannya. Peningkatan
kesadaran masyarakatn bahwa program peningkatan kuliatas pendidikan
melalui otonomi sekolah tersebut menguntungkan bagi masa depannya
sendiri.
Daftar Kepustakaan.
Ali, M.( 1983): Guru dalam proses belajar mengajar. Bandung: Asyraf.
Anonim. (2000): Manajemen pendidikan berbasis sekolah. Jakarta: Depdiknas.
Anomirn. ( 2000) : Dukungan masyarakat terhadap sekolah. Jakarta: Depdiknas
Bryant, Coralie & Louise, White, (1989) : Manajemen untuk Negara
Berkembang (terjemahan L.Rusyanto). Jakarta : LP3ES.
Firman, (2006) : Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Manajemen
Berbasis Sekolah di Sumatera Barat. Padang : FIP UNP
Hasri, Salfen, Firman, Helis Setiani dan Akhramer, (2006) : Implikasi
Manajemen Berbasis Sekolah di Sumatera Barat. Padang : Balitbang
Propinsi Sumatera Barat.
Jurnal llmu Pendidikan Tahun XlI Edisi 19-20.1998-1999.
Kartasasmita, Ginandjar, (1996) :Pembangunan untuk Rakyat: Memadukan
Pertumbuhan dan Pemerataan. Jakarta : Pustaka Cidesindo
Nasution.( 1999) : Guru yang Profesionai. Surabaya: Usaha Nasional
Ndraha,Taliziduhu, (1987) : Pembangunan Masyarakat. Jakarta : Bina Aksara
Piliang,Hasrul, Firman dan Andi Bastian, (2004) : Partisipasi
Masyarakat dalam Pelaksanaan Pembagunan Prasarana Sosial di
Minangkabau. Padang : Balitbang Propinsi Sumatera Barat.
Soetrisno, Lukman . (1993) Menuju Masyarakat Partisipatif. Yogyakarta: Kanasius.
Supriatna, Tjahya (2000) : Strategi Pembangunan dan Kemiskinan.
Jakarta : Rineka Cipta
Nama : nurmansyah
Alamat : mns dayah meunara kec. kutamakmur
untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan
Since 2001, the Government of Indonesia has change the school
management from centralization to decentralization in order to improve
the quality of education. Thus, every school in Indonesia has to
implementing the scoll base management system. From the research and
literature review it was found that in the school base management
system, the role of the community is very important in improving the
quality of education. Homever, in many schools in Indonesia, the
community participation in school improvement is low. All of the
potencial resources in the community has not yet been utilized by the
school principals. Therefor, the strategic which can be used by
school principals in creasing community participation, in order to
improve the quality of education.
Pembagunan merupakan proses perubahan dalam masyarakat, dimana
kemiskinan dihapuskan, kreatifitas serta pengetahuan masyarakat
ditingkatkan menuju kemandirian dan kemakmuran. Sektor pendidikan
merupakan salah satu sektor dalam pembangunan menjadi tumpuan harapan
dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia
menghadapi globalisasi menuju kemandirian dan kemakmuran bangsa.
Dewasa ini kualitas SDM Indonesia berada pada posisi yang sangat
meprihatinkan, apabila dibandingkan dengan Negara-negara lainnya di
dunia.
Berbagai permasalahan pendidikan ditemukan di sekolah dewasa ini yang
belum kunjung terselesaikan, diantaranya: mutu pendidikan bangsa
Indonesia masih rendah baik menurut penilaian Internasional maupun
penilaian masyarakat sendiri di dalam negeri. Pembangunan
sarana-prasarana fisik sekolah puluhan tahun lalu tidak dibarenggi
oleh peningkatan mutu lulusan. Revisi kurikulum yang telah
berkali-kali dilakukan tidak membuahkan praktek dalam pembelajaran
menuju hasil belajar yang lebih baik. Desentralisasi penyelenggaraan
pendidikan dengan Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan pun tampaknya
belum menunjukkan tanda-tanda akan membaiknya mutu pendidikan di tanah
air, sekolah hanya merupakan pepanjang tangan birokrasi pemerintah
pusat dalam pelaksanaan pendidikan dan kebijakan pendidikan berada
pada pemerintah pusat. Pengelolaan pendidikan yang bersifat
sentralistik, sehingga membuat kepala sekolah/guru kurang kreatif
mengelola dan mengatur pendidikan yang dilaksanakan di sekolahnya
masing-masing. Tekanan birokrasi menyebabkan transparansi kurang
berkembang serta peran orang tua dan masyarakat hanya sebatas membayar
SPP serta membelikan seragam sekolah, banyak aspirasi masyarakat di
daerah kurang jadi pertimbangan dalam pelaksanaan pendidikan. Semua
kebijakan dilaksanakan berdasarkan Juklah (Petunjuk Pelaksanaan) dan
Juknis (Petunjuk Teknis) yang ada. Selanjutnya anggaran pendidikan
diturunkan dari pusat ke daerah melalui jalur birokrasi yang
berbelit-belit
dan tidak jarang anggaran tersebut sampai ke sekolah-sekolah tidak
sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan.
Berkenaan dengan hal itu, Depdiknas menjelaskan hambatan dalam
peningkatan mutu pendidikan ditentukan oleh berbagai hal, diantaranya
: (1) kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional yang
menggunakan pendekatan educational production function atau
input-output analysis tidak dilaksanakan secara konsekuen, selama ini
pendekatan yang digunakan terlalu memusatkan pada input pendidikan
kurang memperhatikan proses, pada hal proses pendidikan sangat
menentukan hasil pendidikan; (2) penyelenggaraan pendidikan nasional
dilakukan secara birokratik-sentralistik, yang menyebabkan sekolah
kehilangan kemandirian, motivasi dan inisiatif untuk mengembangkan dan
memajukan lembaganya, termasuk dalam meningkatkan mutu pendidikan; (3)
minimnya peranserta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.
Kondisi tersebut di atas, menunjukkan pelaksanaan pendidikan Indonesia
memerlukan penanganan yang serius dari berbagai pihak. Hasri, dalam
Implikasi Manajemen Berbasis Sekolah menjelaskan perlu dilakukan
upaya-upaya perbaikan pelaksanaan pendidikan, salah satunya dengan
melakukan reorientasi penyelenggaraan pendidikan. Menyadari akan
pentingnya peningkatan kualitas pendidikan melalui otonomi daerah dan
kenyataan yang ada, maka dalam rangka menyongsong otonomi pendidikan
dalam kerangka otonomi daerah dibutuhkan serangkaian inovasi. Inovasi
yang dimaksud, diantaranya: pengelolaan pendidikan berbasis sekolah,
peran aktif masyarakat di bidang pendidikan, guru yang profesional dan
siswa berkualitas. Bebagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan
pendidikan melalui otonomi sekolah haruslah memberikan sumbangan yang
konstruktif dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Berdasarkan uraian tersebut, peranserta masyarakat melalui otonomi
sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan antara satu sekolah dengan
sekolah lain atau antara satu daerah dengan daerah lain beragam.
Melalui uraian berikut ini, menarik dikaji lebih lanjut bagaimana
peranserta masyarakat melalui otonomi sekolah serta strategi yang
dapat dilakukan dalam meningkatkan peranserta masyarakat melalui
otonomi sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pengungkapan
permasalahan tersebut sangat bermanfaat untuk menemukan solusi dalam
mengikutsertakan masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui
otonomi sekolah.
peran serta masyarakat, keluarga dan pemerintah dalam penyelenggaraan
pendidikan amat diperlukan. Berdasarkan amanat tersebut dijelaskan
bahwa segenap lapisan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia memiliki
kewajiban untuk berpartisipasi dalam semua aspek pengelolaan
pendidikan, di semua jenis dan jenjang karena pendidikan adalah
tanggungjawab bersama antara pemerintah, keluarga dan masyarakat.
Peranserta masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan di daerah akan
mendorong peningkatan mutu dan pengelolaan pendidikan di sekolah
secara transparan dan demokratis, serta menghilangkan monopoli
pengelolaan pendidikan. Sehubungan dengan hal itu, pengelolaan
pendidikan dikembalikan kepada masyarakat untuk berperan aktif bersama
sekolah dan pemerintah dalam pelaksanaan pendidikan. Keterlibatan
guru, orang tua, dan pemerintah daerah bersama anggota masyarakat
lainnya dalam pengambilan keputusan, dipandang dapat menciptakan
lingkungan pembelajaran yang efektif di sekolah.
Berdasarkan hasil penelitian partisipasi masyarakat dalam merencanakan
dan pelaksanaan program pembangunan pendidikan di sekolah belum
terwujud secara optimal. Sebagian besar informan berpandangan
pembangunan sekolah adalah urusan pemerintah dan masyarakat sifatnya
hanya mendukung saja. Kondisi ini menyebabkan pemeliharaan fasilitas
yang sudah ada sangat rendah.. Komite sekolah sebagian besar belum
mengarah kepada peningkatan mutu PBM, seperti penyediaan buku-buku dan
media pembelajaran. Kondisi tersebut menunjukkan peranserta masyarakat
dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah, baru sebatas dukungan dana
dalam pembangunan fisik sekolah.
masyarakat dan keluarga dapat diajak untuk berpartisipasi dalam
pelaksanaan pendidikan melalui dua belas langkah kegiatan berikut ini:
(1) advocating enrollment and education benefits, (2) ensuring regular
students attendance and completion, (3) constructing, repairing, and
improving facilities, (4) contributing in-kind labor, materials, land
and funds, (5) identifying and supporting local teacher candidates,
(6) making decisions about school location and schedules, (7)
monitoring and following up teacher and students attendance, (8)
forming education committees to manage schools, (9) attending school
meetings to know about children's work, (10) providing skill
instruction to know about children's work, (11) helping children with
studying, (12) gathering more resources and solving problems through
the education bureaucracy.
.
Sebagian perencanaan dan pengambilan keputusan pendidikan dewasa ini,
dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Pengurus Komite Sekolah. Tidak
jarang keputusan yang diambil tidak sesuai dengan situasi dan kondisi,
sehingga orang tua dan masyarakat merasa diperlakukan semena-mena.
Apabila dicermati lebih lanjut, permasalahan pendidikan menjadi
pembicaraan masyarakat dimana-mana, mulai dari kedai kopi sampai
kepada seminar yang dilaksanakan dengan melibatkan pakar maupun para
praktisi yang tidak kunjung terselesaikan secara baik.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peranserta masyarakat dalam
pelaksanaan pendidikan melalui otonomi sekolah belum terlaksana secara
maksimal. Sekolah beserta Dinas Pendidikan belum mensosialisasikan
perubahan paradigma pengelolaan pendidikan yang berbasis otnomi
sekolah dan masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan segala potensi
yang ada di lingkungan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu
pendidikan belum termanfaatkan secara optimal.
Peranserta masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan melalui otonomi
sekolah dewasa ini sangat di harapkan terlaksana secara maksimal.
Sekolah beserta Dinas Pendidikan belum mensosialisasikan perubahan
paradigma pengelolaan pendidikan yang berbasis otnomi sekolah dan
masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan segala potensi yang ada di
lingkungan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan agar
termanfaatkan secara optimal.
Peningkatan peranserta masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan
dapat dilakukan melalui kegiatan pelibatan masyarakat pada tataran
perencanaan.
pelaksanaan dan evaluasi serta tindak lanjut program pendidikan di
sekolah. Perumusan perencanaan diharapkan mempertimbangkan tujuan
akhir yang dikehendaki masyarakat, sasaran-sasaran dan prioritas untuk
mewujudkannya, jangka waktu pencapaian, masalah-masalah yang dihadapi,
modal dan sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya,
kebijaksanaan-kebijaksanaan untuk melaksanakannya, orang atau
masyarakat dan organisasi atau badan pelaksananya, mekanisme
pemantauan, evaluasi dan pengawasan pelaksanaannya. Peningkatan
kesadaran masyarakatn bahwa program peningkatan kuliatas pendidikan
melalui otonomi sekolah tersebut menguntungkan bagi masa depannya
sendiri.
Daftar Kepustakaan.
Ali, M.( 1983): Guru dalam proses belajar mengajar. Bandung: Asyraf.
Anonim. (2000): Manajemen pendidikan berbasis sekolah. Jakarta: Depdiknas.
Anomirn. ( 2000) : Dukungan masyarakat terhadap sekolah. Jakarta: Depdiknas
Bryant, Coralie & Louise, White, (1989) : Manajemen untuk Negara
Berkembang (terjemahan L.Rusyanto). Jakarta : LP3ES.
Firman, (2006) : Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Manajemen
Berbasis Sekolah di Sumatera Barat. Padang : FIP UNP
Hasri, Salfen, Firman, Helis Setiani dan Akhramer, (2006) : Implikasi
Manajemen Berbasis Sekolah di Sumatera Barat. Padang : Balitbang
Propinsi Sumatera Barat.
Jurnal llmu Pendidikan Tahun XlI Edisi 19-20.1998-1999.
Kartasasmita, Ginandjar, (1996) :Pembangunan untuk Rakyat: Memadukan
Pertumbuhan dan Pemerataan. Jakarta : Pustaka Cidesindo
Nasution.( 1999) : Guru yang Profesionai. Surabaya: Usaha Nasional
Ndraha,Taliziduhu, (1987) : Pembangunan Masyarakat. Jakarta : Bina Aksara
Piliang,Hasrul, Firman dan Andi Bastian, (2004) : Partisipasi
Masyarakat dalam Pelaksanaan Pembagunan Prasarana Sosial di
Minangkabau. Padang : Balitbang Propinsi Sumatera Barat.
Soetrisno, Lukman . (1993) Menuju Masyarakat Partisipatif. Yogyakarta: Kanasius.
Supriatna, Tjahya (2000) : Strategi Pembangunan dan Kemiskinan.
Jakarta : Rineka Cipta
Nama : nurmansyah
Alamat : mns dayah meunara kec. kutamakmur
prima reta widyastuti GURU INDONESIA
asslamualaikum ,salam sejahtera untuk guru-guru seperjuangan saya dari
guru honor mau bertanya bisa sertifikasi dak kalu umurnya masih 26
soalnya uda lama saya masukan ke diknas belum ada guja panggilan
.tolong disarankan bagi karyawan diknas bengkulu.trimsswass
Nama : prima reta widyastuti
Alamat : jl re martadinata no 10 p.baaai perumahan tni-al
guru honor mau bertanya bisa sertifikasi dak kalu umurnya masih 26
soalnya uda lama saya masukan ke diknas belum ada guja panggilan
.tolong disarankan bagi karyawan diknas bengkulu.trimsswass
Nama : prima reta widyastuti
Alamat : jl re martadinata no 10 p.baaai perumahan tni-al
Agus Hadi M,S.Ag. GURU INDONESIA
Mohon Bantuan sarana Prasarana , SMPN 4 Tapung Hilir belum mempunyai
Gedung Kantor dan masih menggunakan gedung Pustaka
Nama : Agus Hadi M,S.Ag.
Alamat : Beringin Lestari Kec. Tapung Hilir Kab. Kampar Riau
Gedung Kantor dan masih menggunakan gedung Pustaka
Nama : Agus Hadi M,S.Ag.
Alamat : Beringin Lestari Kec. Tapung Hilir Kab. Kampar Riau
zulkifli GURU INDONESIA
Mari kita tingkatkan kedisiplinan kita dalam melaksanakan tugas dan
kewajiban kita selaku pendidik agar bangsa Indonesia menjadi lebih
maju dalam segala bidang
Nama : zulkifli
Alamat: SDN 102/I Batu sawar
kewajiban kita selaku pendidik agar bangsa Indonesia menjadi lebih
maju dalam segala bidang
Nama : zulkifli
Alamat: SDN 102/I Batu sawar
Warnadi GURU INDONESIA
Artikel Pendidikan Sekolah Dasar
Salah satu pengertian pendidikan yang sangat umum dikemukakan oleh
Driyarkara (1980) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya
memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia muda ke taraf insani
harus diwujudkan di dalam seluruh proses atau upaya pendidikan. Di
dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang
Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa "Pendidikan
adalah Usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang
akan datang".
Tingkat satuan pendidikan yang dianggap sebagai dasar pendidikan
adalah sekolah dasar. Di sekolah inilah anak didik mengalami proses
pendidikan dan pembelajaran. Dan, secara umum pengertian sekolah dasar
dapat kita katakan sebagai institusi pendidikan yang menyelenggarakan
proses pendidikan dasar dan mendasari proses pendidikan selanjutnya.
Pendidikan ini diselenggarakan untuk anak-anak yang telah berusia
tujuh tahun dengan asumsi bahwa anak seusia tersebut mempunyai tingkat
pemahaman dan kebutuhan pendidikan yang sesuai dengan dirinya.
Pendidikan dasar memang diselenggarakan untuk memberikan dasar
pengetahuan, sikap dan keterampilan bagi anak didik. Pendidikan dasar
inilah yang selanjutnya dikembangkan untuk meningkatkan kualitas diri
anak didik. Kita seharusnya memahami pengertian sekolah dasar sehingga
dapat mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan di tingkat ini.
Walaupun, kita pengenal pendidikan anak usia dini (PAUD), tetapi
setidaknya mereka lebih mengedepankan untuk melatih anak
bersosialisasi dengan teman dan masyarakat, bukan untuk mengikuti
pendidikan dan pembelajaran yang mengarah pada pemahaman pengetahuan.
Tujuan Pendidikan Dasar
Berkenaan dengan tujuan operasional pendidikan SD, dinyatakan di dalam
Kurikulum Pendidikan Dasar yaitu memberi bekal kemampuan dasar
membaca, menulis dan berhitung, pengetahuan dan ketrampilan dasar yang
bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya, serta
mempersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan di SLTP. Tujuan
pendidikan Sekolah Dasar dapat diuraikan secara terperinci, seperti
berikut :
1. Memberikan Bekal Kemampuan Membaca, Menulis, dan Berhitung.
2. Memberikan Pengetahuan dan Ketrampilan Dasar yang bermanfaat bagi
siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya.
3. Mempersiapkan Siswa untuk Mengikuti Pendidikan di SLTP.
Sekolah Dasar Sebagai Pendidikan Dasar
Pengertian sekolah dasar dapat dikatakan sebagai kegiatan mendasari
tiga aspek dasar, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Ketiga
aspek ini merupakan dasar atau landasan pendidikan yang paling utama.
Hal ini karena ketiga aspek tersebut merupakan hal paling hakiki dalam
kehidupan. Kita membutuhkan sikap-sikap hidup yang positif agar
kehidupan kita lancar. Kita juga membutuhkan dasar-dasar pengetahuan
agar setiap kali berinteraksi tidak ketinggalan informasi. Dan, yang
tidak kalah pentingnya adalah keterampilan. Di sekolah dasar, kegiatan
pembekalan diberikan selama enam tahun berturut-turut. Pada saat
inilah anak didik dikondisikan untuk dapat bersikap sebaik-baiknya.
Pengertian sekolah dasar sebagai basis pendidikan harus benar-benar
dapat dipahami oleh semua orang sehingga mereka dapat mengikuti pola
pendidikannya. Tentunya, dalam hal ini, kegiatan pendidikan dan
pembelajarannya mengedepankan landasan bagi kegiatan selanjutnya.
Tanpa pendidikan dasar, tentunya sulit bagi kita untuk memahami
konsep-konsep baru pada tingkatan lebih tinggi.
Nama : Warnadi
Alamat : Jl.Pemuda, Kapuas.Kaltemg
Salah satu pengertian pendidikan yang sangat umum dikemukakan oleh
Driyarkara (1980) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya
memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia muda ke taraf insani
harus diwujudkan di dalam seluruh proses atau upaya pendidikan. Di
dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang
Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa "Pendidikan
adalah Usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang
akan datang".
Tingkat satuan pendidikan yang dianggap sebagai dasar pendidikan
adalah sekolah dasar. Di sekolah inilah anak didik mengalami proses
pendidikan dan pembelajaran. Dan, secara umum pengertian sekolah dasar
dapat kita katakan sebagai institusi pendidikan yang menyelenggarakan
proses pendidikan dasar dan mendasari proses pendidikan selanjutnya.
Pendidikan ini diselenggarakan untuk anak-anak yang telah berusia
tujuh tahun dengan asumsi bahwa anak seusia tersebut mempunyai tingkat
pemahaman dan kebutuhan pendidikan yang sesuai dengan dirinya.
Pendidikan dasar memang diselenggarakan untuk memberikan dasar
pengetahuan, sikap dan keterampilan bagi anak didik. Pendidikan dasar
inilah yang selanjutnya dikembangkan untuk meningkatkan kualitas diri
anak didik. Kita seharusnya memahami pengertian sekolah dasar sehingga
dapat mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan di tingkat ini.
Walaupun, kita pengenal pendidikan anak usia dini (PAUD), tetapi
setidaknya mereka lebih mengedepankan untuk melatih anak
bersosialisasi dengan teman dan masyarakat, bukan untuk mengikuti
pendidikan dan pembelajaran yang mengarah pada pemahaman pengetahuan.
Tujuan Pendidikan Dasar
Berkenaan dengan tujuan operasional pendidikan SD, dinyatakan di dalam
Kurikulum Pendidikan Dasar yaitu memberi bekal kemampuan dasar
membaca, menulis dan berhitung, pengetahuan dan ketrampilan dasar yang
bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya, serta
mempersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan di SLTP. Tujuan
pendidikan Sekolah Dasar dapat diuraikan secara terperinci, seperti
berikut :
1. Memberikan Bekal Kemampuan Membaca, Menulis, dan Berhitung.
2. Memberikan Pengetahuan dan Ketrampilan Dasar yang bermanfaat bagi
siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya.
3. Mempersiapkan Siswa untuk Mengikuti Pendidikan di SLTP.
Sekolah Dasar Sebagai Pendidikan Dasar
Pengertian sekolah dasar dapat dikatakan sebagai kegiatan mendasari
tiga aspek dasar, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Ketiga
aspek ini merupakan dasar atau landasan pendidikan yang paling utama.
Hal ini karena ketiga aspek tersebut merupakan hal paling hakiki dalam
kehidupan. Kita membutuhkan sikap-sikap hidup yang positif agar
kehidupan kita lancar. Kita juga membutuhkan dasar-dasar pengetahuan
agar setiap kali berinteraksi tidak ketinggalan informasi. Dan, yang
tidak kalah pentingnya adalah keterampilan. Di sekolah dasar, kegiatan
pembekalan diberikan selama enam tahun berturut-turut. Pada saat
inilah anak didik dikondisikan untuk dapat bersikap sebaik-baiknya.
Pengertian sekolah dasar sebagai basis pendidikan harus benar-benar
dapat dipahami oleh semua orang sehingga mereka dapat mengikuti pola
pendidikannya. Tentunya, dalam hal ini, kegiatan pendidikan dan
pembelajarannya mengedepankan landasan bagi kegiatan selanjutnya.
Tanpa pendidikan dasar, tentunya sulit bagi kita untuk memahami
konsep-konsep baru pada tingkatan lebih tinggi.
Nama : Warnadi
Alamat : Jl.Pemuda, Kapuas.Kaltemg
SUTISNA.S.KOM GURU INDONESIA
CARA MEMBUAT SISWA LEBIH GIAT BELAJAR DENGAN CARA BELAJAR DENGAN
SEDIKIT GAME,,BERBENTUK SOAL DARI MATERI PELAJARAN
Nama : SUTISNA.S.KOM
Alamat : BEKASI
SEDIKIT GAME,,BERBENTUK SOAL DARI MATERI PELAJARAN
Nama : SUTISNA.S.KOM
Alamat : BEKASI
M.Syurif Asy Arie GURU INDONESIA
Ass.WW.
Shobat, mungkin ada yang tahu bagaimana caranya ingin lihat SK
Inpassing GBPNS Kemenag, karena di Kotaku belum ada yang keluar.
Nama : M.Syurif Asy Arie
Alamat : Jl.Komyos Sudarso Gang Suka Maju Dalam 3 Pontianak, Kal-Bar
Shobat, mungkin ada yang tahu bagaimana caranya ingin lihat SK
Inpassing GBPNS Kemenag, karena di Kotaku belum ada yang keluar.
Nama : M.Syurif Asy Arie
Alamat : Jl.Komyos Sudarso Gang Suka Maju Dalam 3 Pontianak, Kal-Bar
margo purwanto GURU INDONESIA
Ingin menjadikan pembelajaran sederhana dengan hasil istimewa....
Nama : margo purwanto
Alamat : Kab. Semarang
Nama : margo purwanto
Alamat : Kab. Semarang
ismi GURU INDONESIA
bagaimana keputusannya mengenai data inpassing?
Nama : ismi
Alamat : belopa sulawesi selatan
Nama : ismi
Alamat : belopa sulawesi selatan
sahlan muzahid GURU INDONESIA
permasalahanya , sampai saat ini saya belum mempunyai NUPTK padahal
pengajuan sejak tahun 2009 ,sudah di ajukan tapi sampai sekarang belum
ada , bagai mana caranya untuk pendaptaran secara online
Nama : sahlan muzahid
Alamat : dusun cikiray desa cisarua kabupaten ciamis propinsi jawa barat
pengajuan sejak tahun 2009 ,sudah di ajukan tapi sampai sekarang belum
ada , bagai mana caranya untuk pendaptaran secara online
Nama : sahlan muzahid
Alamat : dusun cikiray desa cisarua kabupaten ciamis propinsi jawa barat
AGUSTINA DIUN GURU INDONESIA
MOHON PENJELASAN TUNJANGAN INSENTIF GURU NON PNS, SEBAB DARI TAHUN
2010 SAMPAI TAHUN 2012 BELUM MENDAPAT TUNJANGAN TERSEBUT
Nama : AGUSTINA DIUN
Alamat : JL. RAYMUNDUS RAMBU NO.1 DESA BATU CERMIN KAB. MANGGARAI BARAT
2010 SAMPAI TAHUN 2012 BELUM MENDAPAT TUNJANGAN TERSEBUT
Nama : AGUSTINA DIUN
Alamat : JL. RAYMUNDUS RAMBU NO.1 DESA BATU CERMIN KAB. MANGGARAI BARAT
yeni rustanti, Spd GURU INDONESIA
Bagaimana cara / contoh dalam membuat Silabus dan RPP Kesenian Daerah PPKN ?
Bagaimana cara / contoh membuat RPP Kesenian Daerah untuk SMP ?
Nama : yeni rustanti, Spd
Alamat:surakarta
Bagaimana cara / contoh membuat RPP Kesenian Daerah untuk SMP ?
Nama : yeni rustanti, Spd
Alamat:surakarta
Langganan:
Entri (Atom)
GEOGRAFI SMA
- antroposfer.ppt
- antroposfer.ppt
- penginderaan jauh.pdf
- proyeksi peta.swf
- dinamika-perubahan-atmosfer.pdf
- Flora dan Fauna.pdf
- Geografi Kota.ppsx
- horison tanah.exe
- interaksi desa-kota.ppt
- litosfer.exe
- penginderaan jauh.pdf
- penginderaan jauh.rar
- Prinsip dasar peta dan pemetaan.rar
- proyeksi peta.swf
- ringkasan materi un geografi.pdf
- SIG.rar
- soal kebumian 2009.pdf
- Soal Kunci UN Geografi 2009.pdf
- tanah.exe
- waktu geologi.pdf
- BANK SOAL GEOGRAFI KLS X.rar
- BANK SOAL GEOGRAFI KLS XI.rar
- geografi.zip
- chapter 1 introduction to physical geography.pdf
- chapter 2 maps, remote sensing, and gis.pdf
- chapter 3 the science of physical geography.pdf
- CHAPTER 4 Introduction to Systems Theory.pdf
- chapter 5 the universe, earth, natural spheres, and gaia.pdf
- CHAPTER 6 Energy and Matter.pdf
- chapter 7 introduction to the atmosphere.pdf
- chapter 8 introduction to the hydrosphere.pdf
- chapter 9 introduction to the biosphere.pdf
- CHAPTER 10 Introduction to the Litosphere.pdf
SOAL SNMPTN
- Latihan soal snmptn 2011 TPA.pdf
- latihan soal snmptn 2011 sosiologi 720.pdf
- latihan soal snmptn 2011 sosiologi 328.pdf
- latihan soal snmptn 2011 sejarah 720.pdf
- latihan soal snmptn 2011 sejarah 328.pdf
- latihan soal snmptn 2011 matematika ipa 548.pdf
- latihan soal snmptn 2011 matematika ipa 546.pdf
- latihan soal snmptn 2011 matematika dasar 734.pdf
- latihan soal snmptn 2011 matematika dasar 336.pdf
- latihan soal snmptn 2011 kimia 548.pdf
- latihan soal snmptn 2011 kimia 546.pdf
- latihan soal snmptn 2011 geografi 720.pdf
- latihan soal snmptn 2011 geografi 328.pdf
- latihan soal snmptn 2011 fisika 548.pdf
- latihan soal snmptn 2011 fisika 546.pdf
- latihan soal snmptn 2011 ekonomi 720.pdf
- latihan soal snmptn 2011 ekonomi 328.pdf
- latihan soal snmptn 2011 biologi 548.pdf
- latihan soal snmptn 2011 biologi 546.pdf
- latihan soal snmptn 2011 b. inggris 734.pdf
- latihan soal snmptn 2011 b. inggris 336.pdf
- latihan soal snmptn 2011 b. indonesia 734.pdf
- latihan soal snmptn 2011 b. indonesia 336.pdf
LAGU ANAK-ANAK
- Gelang Sipaku Gelang - sayonara.mp3
- Kereta Apiku.mp3
- Kupu-Kupu Kemana Engkau terbang .mp3
- Kukuruyuk.mp3
- Potong Bebek Angsa.mp3
- Burung Kakaktua.mp3
- Dua Mata Saya.mp3
- Balonku.mp3
- Bintang Kecil.mp3
- Pelangi.mp3
- Nina Bobo.mp3
- Hujan.mp3
- Lihat Kebunku.mp3
- Naik Delman.mp3
- Sayang Semuanya.mp3
- Pergi Belajar.mp3
- Bangun Tidur.mp3
- Ambilkan Bulan.mp3
- Hai Beca.mp3
- Si Kancil.mp3
Entri Populer
-
Cek dalam daftar calon peserta menggunakan tombol pencarian dengan memasukkan NUPTK Jika nama Anda termasuk dalam daftar calon peserta sege...
-
Berikut ini telah diumumkan daftar TENAGA HONORER Instansi Daerah KATEGORI I yang MEMENUHI KRITERIA Berdasarkan Hasil Verif...
-
Salah satu syarat untuk pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru adalah mempunyai Nomor Register Guru (NRG) . Banyak guru yang bingung karena me...
-
Data NUPTK baru 2012, 2013, . . . dapat dengan mudah dilihat. Dengan program nuptkwebbrowser.exe, status usulan baru NUPTK pun dapat dipan...
-
Seorang teman memperlihatkan sebuah SMS yang masuk ke dalam HPnya pada tanggal 5 Oktober 2012. Di SMS itu terbaca bahwa RUU ASN telah di...
-
Data NUPTK baru 2012, 2013, . . . dapat dengan mudah dilihat. Dengan program nuptkwebbrowser.exe, status usulan baru NUPTK pun dapat dipan...
-
Untuk mempermudah para guru dalam menjalankan aktifitas KBMnya, Berikut saya tampilkan RPP dan Silabus semua bidang studi tingkat S...
-
Download Silabus dan RPP berkarakter untuk SMA KOMPLIT!! RPP Berkarakter PAI SMA Kelas X semester 1 RPP Matematika Berkarakter SMA Kelas ...
-
JAKARTA - Para guru penerima tunjangan profesi pendidik (TPP) tidak perlu lama-lama menunggu rapelan pencairan. Kementerian Pendidikan...
-
Berikut NRG bagi guru Kementerian Agma kab/kota di Jawa Timur yang lulus sertifikasi Kementerian Agama RI yang sudah dikeluarkan berdasarka...








