GURU dan PENDIDIKAN
SITUS PRESIDEN RI PERMAKLUMAN..!!! UNTUK SEMENTARA LAYANAN FORUM GURU TIDAK DIAKTIFKAN,Untuk Penayangan Artikel/Info Penting Bisa Langsung dikirim ke : gaitsaku@gmail.com SITUS PRESIDEN RI

SITUS PRESIDEN RI SITUS PRESIDEN RI KEMENAG SE INDONESIA Yang Mau Cek Kekuatan Cinta,Silahkan Cek Pasangan Anda Dibawah Hi..hi..!!
KEMENAG SE INDONESIA CPNS SEGNEG 2012 UNTUK DATA YANG TIDAK TERLIHAT, SILAHKAN CARI PADA KOTAK PENCARIAN DIBAWAH..!!!

Selasa, 05 Maret 2013

Penyusunan Formulir Formasi PNS Kementerian Agama Tahun Anggaran 2013

  • Surat Penyusunan Formasi PNS Kementerian Agama Tahun Anggaran 2013
  • Petunjuk Pengisian Formulir
  • 1. PUSAT

  • Sekretariat Jenderal
  • Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
  • Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah
  • Direktorat Jenderal Bimas Islam
  • Direktorat Jenderal Bimas Kristen
  • Direktorat Jenderal Bimas Katolik
  • Direktorat Jenderal Bimas Hindu
  • Direktorat Jenderal Bimas Buddha
  • Inspektorat Jenderal
  • Badan Litbang & Diklat
  • 2. KANWIL
  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Bengkulu
  • Bangka Belitung
  • Lampung
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • DI Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Timur
  • Sulawesi Utara
  • Gorontalo
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Papua
  • Papua Barat
  • 3. PTAN
  • UIN Riau
  • UIN Jakarta
  • UIN Bandung
  • UIN Yogyakarta
  • UIN Malang
  • UIN Makassar
  • IAIN Banda Aceh
  • IAIN Sumatera Utara
  • IAIN Padang
  • IAIN Jambi
  • IAIN Palembang
  • IAIN Lampung
  • IAIN Serang
  • IAIN Cirebon
  • IAIN Semarang
  • IAIN Surakarta
  • IAIN Surabaya
  • IAIN Banjarmasin
  • IAIN Gorontalo
  • IAIN Mataram
  • IAIN Ambon
  • IHDN Denpasar
  • STAIN Lhokseumawe
  • STAIN Langsa
  • STAIN Padang Sidempuan
  • STAIN Bukittinggi
  • STAIN Batusangkar
  • STAIN Kerinci
  • STAIN Bengkulu
  • STAIN Curup
  • STAIN Bangka Belitung
  • STAIN Metro
  • STAIN Kudus
  • STAIN Pekalongan
  • STAIN Purwokerto
  • STAIN Salatiga
  • STAIN Jember
  • STAIN Kediri
  • STAIN Pamekasan
  • STAIN Ponorogo
  • STAIN Tulungagung
  • STAIN Pontianak
  • STAIN Samarinda
  • STAIN Palangkaraya
  • STAIN Manado
  • STAIN Palopo
  • STAIN Parepare
  • STAIN Watampone
  • STAIN Palu
  • STAIN Kendari
  • STAIN Ternate
  • STAIN Jayapura
  • STAIN Sorong
  • STAKN Tarutung
  • STAKN Palangkaraya
  • STAKN Manado
  • STAKN Tanatoraja
  • STAKN Ambon
  • STAKN Jayapura
  • STAHN Palangkaraya
  • STAHN Mataram
  • STABN Tangerang
  • STABN Wonogiri
  • 4. BALAI
  • BDK Medan
  • BDK Padang
  • BDK Palembang
  • BDK Jakarta
  • BDK Bandung
  • BDK Semarang
  • BDK Surabaya
  • BDK Banjarmasin
  • BDK Manado
  • BDK Makassar
  • BDK Denpasar
  • BDK Ambon
  • BDL Jakarta
  • BDL Semarang
  • BDL Makassar
  • Senin, 04 Maret 2013

    ESTI TRIUTAMI GURU INDONESIA

    DAFTAR NUPTK KOK SUSAH YA SEKARANG, APAKAH KALAU LWAT ONLINE NUPTK NYA TIDAK SAH

    Nama : ESTI TRIUTAMI
    Alamat : BOMO RT.01 / RW.15 NGLEBAK, TAWANGMANGU, KARANGANYAR, JAWA TENGAH

    yusnaini spdi GURU INDONESIA

    selamat kan anak dari buta aksara alquran,dengan menambah guru agama.

    Nama : yusnaini spdi
    Alamat : muaro jambi

    Agus Soleh GURU INDONESIA

    Apakah guru pns daerah yang notebe sebagai pegawai pemda apakah bisa
    mengajukan pindah ke luar daerah (antar prophinsi) kalau bisa
    bagaimana??
    mohon bantuannya

    Nama : Agus Soleh
    Alamat : Kp. Kusamba, Kec. Dawan, Kab. Klungkung, Bali

    dian amni alwathoni GURU INDONESIA

    SAYA SANGAT BERSYUKUR DAPAT MELIHAT DATA DAN IMFORMASI DARI PEMERINTAH
    MELALUI SITUS INI

    Nama : dian amni alwathoni
    Alamat : penakak,masbagik

    zulkifli faico siahaan GURU INDONESIA

    bagaimana cara saya mendapatkan insentif dari nuptk
    dengan nomor nuptk 2137 7646 6621 0093

    Nama : zulkifli faico siahaan
    Alamat : pematang panjang

    RONA AMELIA GURU INDONESIA

    MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA ARAB MELALUI STRATEGI PAIKEM

    Nama : RONA AMELIA
    Alamat : JALAN RAJA ALI HAJI NO 1 DESA BERINGIN TELUK KUANTAN RIAU

    Dede Syaripudin, S.Pd.I GURU INDONESIA

    Shofwer NUPTK Susah di Donload

    Nama : Dede Syaripudin, S.Pd.I
    Alamat : MIS SIROJUL WILDAN 1

    nurmansyah GURU INDONESIA

    Strategi Meningkatkan Peranserta Masyarakat Melalui Otonomi Sekolah
    untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan
    Since 2001, the Government of Indonesia has change the school
    management from centralization to decentralization in order to improve
    the quality of education. Thus, every school in Indonesia has to
    implementing the scoll base management system. From the research and
    literature review it was found that in the school base management
    system, the role of the community is very important in improving the
    quality of education. Homever, in many schools in Indonesia, the
    community participation in school improvement is low. All of the
    potencial resources in the community has not yet been utilized by the
    school principals. Therefor, the strategic which can be used by
    school principals in creasing community participation, in order to
    improve the quality of education.

    Pembagunan merupakan proses perubahan dalam masyarakat, dimana
    kemiskinan dihapuskan, kreatifitas serta pengetahuan masyarakat
    ditingkatkan menuju kemandirian dan kemakmuran. Sektor pendidikan
    merupakan salah satu sektor dalam pembangunan menjadi tumpuan harapan
    dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia
    menghadapi globalisasi menuju kemandirian dan kemakmuran bangsa.
    Dewasa ini kualitas SDM Indonesia berada pada posisi yang sangat
    meprihatinkan, apabila dibandingkan dengan Negara-negara lainnya di
    dunia.
    Berbagai permasalahan pendidikan ditemukan di sekolah dewasa ini yang
    belum kunjung terselesaikan, diantaranya: mutu pendidikan bangsa
    Indonesia masih rendah baik menurut penilaian Internasional maupun
    penilaian masyarakat sendiri di dalam negeri. Pembangunan
    sarana-prasarana fisik sekolah puluhan tahun lalu tidak dibarenggi
    oleh peningkatan mutu lulusan. Revisi kurikulum yang telah
    berkali-kali dilakukan tidak membuahkan praktek dalam pembelajaran
    menuju hasil belajar yang lebih baik. Desentralisasi penyelenggaraan
    pendidikan dengan Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan pun tampaknya
    belum menunjukkan tanda-tanda akan membaiknya mutu pendidikan di tanah
    air, sekolah hanya merupakan pepanjang tangan birokrasi pemerintah
    pusat dalam pelaksanaan pendidikan dan kebijakan pendidikan berada
    pada pemerintah pusat. Pengelolaan pendidikan yang bersifat
    sentralistik, sehingga membuat kepala sekolah/guru kurang kreatif
    mengelola dan mengatur pendidikan yang dilaksanakan di sekolahnya
    masing-masing. Tekanan birokrasi menyebabkan transparansi kurang
    berkembang serta peran orang tua dan masyarakat hanya sebatas membayar
    SPP serta membelikan seragam sekolah, banyak aspirasi masyarakat di
    daerah kurang jadi pertimbangan dalam pelaksanaan pendidikan. Semua
    kebijakan dilaksanakan berdasarkan Juklah (Petunjuk Pelaksanaan) dan
    Juknis (Petunjuk Teknis) yang ada. Selanjutnya anggaran pendidikan
    diturunkan dari pusat ke daerah melalui jalur birokrasi yang
    berbelit-belit

    dan tidak jarang anggaran tersebut sampai ke sekolah-sekolah tidak
    sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan.
    Berkenaan dengan hal itu, Depdiknas menjelaskan hambatan dalam
    peningkatan mutu pendidikan ditentukan oleh berbagai hal, diantaranya
    : (1) kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional yang
    menggunakan pendekatan educational production function atau
    input-output analysis tidak dilaksanakan secara konsekuen, selama ini
    pendekatan yang digunakan terlalu memusatkan pada input pendidikan
    kurang memperhatikan proses, pada hal proses pendidikan sangat
    menentukan hasil pendidikan; (2) penyelenggaraan pendidikan nasional
    dilakukan secara birokratik-sentralistik, yang menyebabkan sekolah
    kehilangan kemandirian, motivasi dan inisiatif untuk mengembangkan dan
    memajukan lembaganya, termasuk dalam meningkatkan mutu pendidikan; (3)
    minimnya peranserta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.
    Kondisi tersebut di atas, menunjukkan pelaksanaan pendidikan Indonesia
    memerlukan penanganan yang serius dari berbagai pihak. Hasri, dalam
    Implikasi Manajemen Berbasis Sekolah menjelaskan perlu dilakukan
    upaya-upaya perbaikan pelaksanaan pendidikan, salah satunya dengan
    melakukan reorientasi penyelenggaraan pendidikan. Menyadari akan
    pentingnya peningkatan kualitas pendidikan melalui otonomi daerah dan
    kenyataan yang ada, maka dalam rangka menyongsong otonomi pendidikan
    dalam kerangka otonomi daerah dibutuhkan serangkaian inovasi. Inovasi
    yang dimaksud, diantaranya: pengelolaan pendidikan berbasis sekolah,
    peran aktif masyarakat di bidang pendidikan, guru yang profesional dan
    siswa berkualitas. Bebagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan
    pendidikan melalui otonomi sekolah haruslah memberikan sumbangan yang
    konstruktif dalam peningkatan kualitas pendidikan.

    Berdasarkan uraian tersebut, peranserta masyarakat melalui otonomi
    sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan antara satu sekolah dengan
    sekolah lain atau antara satu daerah dengan daerah lain beragam.
    Melalui uraian berikut ini, menarik dikaji lebih lanjut bagaimana
    peranserta masyarakat melalui otonomi sekolah serta strategi yang
    dapat dilakukan dalam meningkatkan peranserta masyarakat melalui
    otonomi sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pengungkapan
    permasalahan tersebut sangat bermanfaat untuk menemukan solusi dalam
    mengikutsertakan masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui
    otonomi sekolah.
    peran serta masyarakat, keluarga dan pemerintah dalam penyelenggaraan
    pendidikan amat diperlukan. Berdasarkan amanat tersebut dijelaskan
    bahwa segenap lapisan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia memiliki
    kewajiban untuk berpartisipasi dalam semua aspek pengelolaan
    pendidikan, di semua jenis dan jenjang karena pendidikan adalah
    tanggungjawab bersama antara pemerintah, keluarga dan masyarakat.
    Peranserta masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan di daerah akan
    mendorong peningkatan mutu dan pengelolaan pendidikan di sekolah
    secara transparan dan demokratis, serta menghilangkan monopoli
    pengelolaan pendidikan. Sehubungan dengan hal itu, pengelolaan
    pendidikan dikembalikan kepada masyarakat untuk berperan aktif bersama
    sekolah dan pemerintah dalam pelaksanaan pendidikan. Keterlibatan
    guru, orang tua, dan pemerintah daerah bersama anggota masyarakat
    lainnya dalam pengambilan keputusan, dipandang dapat menciptakan
    lingkungan pembelajaran yang efektif di sekolah.
    Berdasarkan hasil penelitian partisipasi masyarakat dalam merencanakan
    dan pelaksanaan program pembangunan pendidikan di sekolah belum
    terwujud secara optimal. Sebagian besar informan berpandangan
    pembangunan sekolah adalah urusan pemerintah dan masyarakat sifatnya
    hanya mendukung saja. Kondisi ini menyebabkan pemeliharaan fasilitas
    yang sudah ada sangat rendah.. Komite sekolah sebagian besar belum
    mengarah kepada peningkatan mutu PBM, seperti penyediaan buku-buku dan
    media pembelajaran. Kondisi tersebut menunjukkan peranserta masyarakat
    dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah, baru sebatas dukungan dana
    dalam pembangunan fisik sekolah.

    masyarakat dan keluarga dapat diajak untuk berpartisipasi dalam
    pelaksanaan pendidikan melalui dua belas langkah kegiatan berikut ini:
    (1) advocating enrollment and education benefits, (2) ensuring regular
    students attendance and completion, (3) constructing, repairing, and
    improving facilities, (4) contributing in-kind labor, materials, land
    and funds, (5) identifying and supporting local teacher candidates,
    (6) making decisions about school location and schedules, (7)
    monitoring and following up teacher and students attendance, (8)
    forming education committees to manage schools, (9) attending school
    meetings to know about children's work, (10) providing skill
    instruction to know about children's work, (11) helping children with
    studying, (12) gathering more resources and solving problems through
    the education bureaucracy.
    .
    Sebagian perencanaan dan pengambilan keputusan pendidikan dewasa ini,
    dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Pengurus Komite Sekolah. Tidak
    jarang keputusan yang diambil tidak sesuai dengan situasi dan kondisi,
    sehingga orang tua dan masyarakat merasa diperlakukan semena-mena.
    Apabila dicermati lebih lanjut, permasalahan pendidikan menjadi
    pembicaraan masyarakat dimana-mana, mulai dari kedai kopi sampai
    kepada seminar yang dilaksanakan dengan melibatkan pakar maupun para
    praktisi yang tidak kunjung terselesaikan secara baik.
    Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peranserta masyarakat dalam
    pelaksanaan pendidikan melalui otonomi sekolah belum terlaksana secara
    maksimal. Sekolah beserta Dinas Pendidikan belum mensosialisasikan
    perubahan paradigma pengelolaan pendidikan yang berbasis otnomi
    sekolah dan masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan segala potensi
    yang ada di lingkungan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu
    pendidikan belum termanfaatkan secara optimal.
    Peranserta masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan melalui otonomi
    sekolah dewasa ini sangat di harapkan terlaksana secara maksimal.
    Sekolah beserta Dinas Pendidikan belum mensosialisasikan perubahan
    paradigma pengelolaan pendidikan yang berbasis otnomi sekolah dan
    masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan segala potensi yang ada di
    lingkungan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan agar
    termanfaatkan secara optimal.
    Peningkatan peranserta masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan
    dapat dilakukan melalui kegiatan pelibatan masyarakat pada tataran
    perencanaan.

    pelaksanaan dan evaluasi serta tindak lanjut program pendidikan di
    sekolah. Perumusan perencanaan diharapkan mempertimbangkan tujuan
    akhir yang dikehendaki masyarakat, sasaran-sasaran dan prioritas untuk
    mewujudkannya, jangka waktu pencapaian, masalah-masalah yang dihadapi,
    modal dan sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya,
    kebijaksanaan-kebijaksanaan untuk melaksanakannya, orang atau
    masyarakat dan organisasi atau badan pelaksananya, mekanisme
    pemantauan, evaluasi dan pengawasan pelaksanaannya. Peningkatan
    kesadaran masyarakatn bahwa program peningkatan kuliatas pendidikan
    melalui otonomi sekolah tersebut menguntungkan bagi masa depannya
    sendiri.
    Daftar Kepustakaan.
    Ali, M.( 1983): Guru dalam proses belajar mengajar. Bandung: Asyraf.
    Anonim. (2000): Manajemen pendidikan berbasis sekolah. Jakarta: Depdiknas.
    Anomirn. ( 2000) : Dukungan masyarakat terhadap sekolah. Jakarta: Depdiknas
    Bryant, Coralie & Louise, White, (1989) : Manajemen untuk Negara
    Berkembang (terjemahan L.Rusyanto). Jakarta : LP3ES.
    Firman, (2006) : Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Manajemen
    Berbasis Sekolah di Sumatera Barat. Padang : FIP UNP
    Hasri, Salfen, Firman, Helis Setiani dan Akhramer, (2006) : Implikasi
    Manajemen Berbasis Sekolah di Sumatera Barat. Padang : Balitbang
    Propinsi Sumatera Barat.
    Jurnal llmu Pendidikan Tahun XlI Edisi 19-20.1998-1999.
    Kartasasmita, Ginandjar, (1996) :Pembangunan untuk Rakyat: Memadukan
    Pertumbuhan dan Pemerataan. Jakarta : Pustaka Cidesindo
    Nasution.( 1999) : Guru yang Profesionai. Surabaya: Usaha Nasional
    Ndraha,Taliziduhu, (1987) : Pembangunan Masyarakat. Jakarta : Bina Aksara
    Piliang,Hasrul, Firman dan Andi Bastian, (2004) : Partisipasi
    Masyarakat dalam Pelaksanaan Pembagunan Prasarana Sosial di
    Minangkabau. Padang : Balitbang Propinsi Sumatera Barat.
    Soetrisno, Lukman . (1993) Menuju Masyarakat Partisipatif. Yogyakarta: Kanasius.
    Supriatna, Tjahya (2000) : Strategi Pembangunan dan Kemiskinan.
    Jakarta : Rineka Cipta

    Nama : nurmansyah
    Alamat : mns dayah meunara kec. kutamakmur

    prima reta widyastuti GURU INDONESIA

    asslamualaikum ,salam sejahtera untuk guru-guru seperjuangan saya dari
    guru honor mau bertanya bisa sertifikasi dak kalu umurnya masih 26
    soalnya uda lama saya masukan ke diknas belum ada guja panggilan
    .tolong disarankan bagi karyawan diknas bengkulu.trimsswass

    Nama : prima reta widyastuti
    Alamat : jl re martadinata no 10 p.baaai perumahan tni-al

    Agus Hadi M,S.Ag. GURU INDONESIA

    Mohon Bantuan sarana Prasarana , SMPN 4 Tapung Hilir belum mempunyai
    Gedung Kantor dan masih menggunakan gedung Pustaka

    Nama : Agus Hadi M,S.Ag.
    Alamat : Beringin Lestari Kec. Tapung Hilir Kab. Kampar Riau

    zulkifli GURU INDONESIA

    Mari kita tingkatkan kedisiplinan kita dalam melaksanakan tugas dan
    kewajiban kita selaku pendidik agar bangsa Indonesia menjadi lebih
    maju dalam segala bidang

    Nama : zulkifli
    Alamat: SDN 102/I Batu sawar

    Warnadi GURU INDONESIA

    Artikel Pendidikan Sekolah Dasar

    Salah satu pengertian pendidikan yang sangat umum dikemukakan oleh
    Driyarkara (1980) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya
    memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia muda ke taraf insani
    harus diwujudkan di dalam seluruh proses atau upaya pendidikan. Di
    dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang
    Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa "Pendidikan
    adalah Usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan
    bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang
    akan datang".
    Tingkat satuan pendidikan yang dianggap sebagai dasar pendidikan
    adalah sekolah dasar. Di sekolah inilah anak didik mengalami proses
    pendidikan dan pembelajaran. Dan, secara umum pengertian sekolah dasar
    dapat kita katakan sebagai institusi pendidikan yang menyelenggarakan
    proses pendidikan dasar dan mendasari proses pendidikan selanjutnya.
    Pendidikan ini diselenggarakan untuk anak-anak yang telah berusia
    tujuh tahun dengan asumsi bahwa anak seusia tersebut mempunyai tingkat
    pemahaman dan kebutuhan pendidikan yang sesuai dengan dirinya.
    Pendidikan dasar memang diselenggarakan untuk memberikan dasar
    pengetahuan, sikap dan keterampilan bagi anak didik. Pendidikan dasar
    inilah yang selanjutnya dikembangkan untuk meningkatkan kualitas diri
    anak didik. Kita seharusnya memahami pengertian sekolah dasar sehingga
    dapat mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan di tingkat ini.
    Walaupun, kita pengenal pendidikan anak usia dini (PAUD), tetapi
    setidaknya mereka lebih mengedepankan untuk melatih anak
    bersosialisasi dengan teman dan masyarakat, bukan untuk mengikuti
    pendidikan dan pembelajaran yang mengarah pada pemahaman pengetahuan.
    Tujuan Pendidikan Dasar

    Berkenaan dengan tujuan operasional pendidikan SD, dinyatakan di dalam
    Kurikulum Pendidikan Dasar yaitu memberi bekal kemampuan dasar
    membaca, menulis dan berhitung, pengetahuan dan ketrampilan dasar yang
    bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya, serta
    mempersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan di SLTP. Tujuan
    pendidikan Sekolah Dasar dapat diuraikan secara terperinci, seperti
    berikut :
    1. Memberikan Bekal Kemampuan Membaca, Menulis, dan Berhitung.
    2. Memberikan Pengetahuan dan Ketrampilan Dasar yang bermanfaat bagi
    siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya.
    3. Mempersiapkan Siswa untuk Mengikuti Pendidikan di SLTP.
    Sekolah Dasar Sebagai Pendidikan Dasar
    Pengertian sekolah dasar dapat dikatakan sebagai kegiatan mendasari
    tiga aspek dasar, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Ketiga
    aspek ini merupakan dasar atau landasan pendidikan yang paling utama.
    Hal ini karena ketiga aspek tersebut merupakan hal paling hakiki dalam
    kehidupan. Kita membutuhkan sikap-sikap hidup yang positif agar
    kehidupan kita lancar. Kita juga membutuhkan dasar-dasar pengetahuan
    agar setiap kali berinteraksi tidak ketinggalan informasi. Dan, yang
    tidak kalah pentingnya adalah keterampilan. Di sekolah dasar, kegiatan
    pembekalan diberikan selama enam tahun berturut-turut. Pada saat
    inilah anak didik dikondisikan untuk dapat bersikap sebaik-baiknya.
    Pengertian sekolah dasar sebagai basis pendidikan harus benar-benar
    dapat dipahami oleh semua orang sehingga mereka dapat mengikuti pola
    pendidikannya. Tentunya, dalam hal ini, kegiatan pendidikan dan
    pembelajarannya mengedepankan landasan bagi kegiatan selanjutnya.
    Tanpa pendidikan dasar, tentunya sulit bagi kita untuk memahami
    konsep-konsep baru pada tingkatan lebih tinggi.



    Nama : Warnadi
    Alamat : Jl.Pemuda, Kapuas.Kaltemg

    SUTISNA.S.KOM GURU INDONESIA

    CARA MEMBUAT SISWA LEBIH GIAT BELAJAR DENGAN CARA BELAJAR DENGAN
    SEDIKIT GAME,,BERBENTUK SOAL DARI MATERI PELAJARAN

    Nama : SUTISNA.S.KOM
    Alamat : BEKASI

    M.Syurif Asy Arie GURU INDONESIA

    Ass.WW.
    Shobat, mungkin ada yang tahu bagaimana caranya ingin lihat SK
    Inpassing GBPNS Kemenag, karena di Kotaku belum ada yang keluar.

    Nama : M.Syurif Asy Arie
    Alamat : Jl.Komyos Sudarso Gang Suka Maju Dalam 3 Pontianak, Kal-Bar

    margo purwanto GURU INDONESIA

    Ingin menjadikan pembelajaran sederhana dengan hasil istimewa....


    Nama : margo purwanto
    Alamat : Kab. Semarang

    ismi GURU INDONESIA

    bagaimana keputusannya mengenai data inpassing?

    Nama : ismi
    Alamat : belopa sulawesi selatan

    sahlan muzahid GURU INDONESIA

    permasalahanya , sampai saat ini saya belum mempunyai NUPTK padahal
    pengajuan sejak tahun 2009 ,sudah di ajukan tapi sampai sekarang belum
    ada , bagai mana caranya untuk pendaptaran secara online

    Nama : sahlan muzahid
    Alamat : dusun cikiray desa cisarua kabupaten ciamis propinsi jawa barat

    AGUSTINA DIUN GURU INDONESIA

    MOHON PENJELASAN TUNJANGAN INSENTIF GURU NON PNS, SEBAB DARI TAHUN
    2010 SAMPAI TAHUN 2012 BELUM MENDAPAT TUNJANGAN TERSEBUT


    Nama : AGUSTINA DIUN
    Alamat : JL. RAYMUNDUS RAMBU NO.1 DESA BATU CERMIN KAB. MANGGARAI BARAT

    yeni rustanti, Spd GURU INDONESIA

    Bagaimana cara / contoh dalam membuat Silabus dan RPP Kesenian Daerah PPKN ?
    Bagaimana cara / contoh membuat RPP Kesenian Daerah untuk SMP ?

    Nama : yeni rustanti, Spd
    Alamat:surakarta

    Entri Populer

    AFFILIASI

    Jadilah Orang Kreatif Setelah Melihat Animasi Ini

    ani.strlng-wiki

    ani.strlngbeta-wiki

    ani.intrnl4stroke 2stroke1 ani.intrldiesel1 ani.steamco2 ani.steam-grasshopper ani.steamoscilate ani.steam-loco

    ani.steam-watt

    ani.strlngltd

    ani.strlng-ross

    ani.strlng-v

    ani.strlngsinglecyl